Tutorial Laravel 8: Belajar Membangun Aplikasi Web Modern

Instalasi Laravel 8


Instalasi Laravel 8

Jika Anda ingin mempelajari Laravel 8, maka langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah melakukan instalasi. Proses instalasi Laravel 8 bisa Anda lakukan melalui terminal atau command prompt jika menggunakan sistem operasi Windows.

Sebelum memulai instalasi, pastikan bahwa sistem operasi yang digunakan sudah memiliki PHP versi 7.3 ke atas dan MySQL/MariaDB. Selain itu, composer juga harus terinstal agar dapat menginstall Laravel 8.

1. Buka terminal atau command prompt dan ketikkan perintah berikut:

composer create-project --prefer-dist laravel/laravel nama_project

Perintah ini akan membuat sebuah proyek Laravel dengan nama yang Anda tentukan. Composer akan membaca file-filenya dari Laravel Packagist dan membuat proyek Laravel dengan dependencies yang telah ditentukan. Harap bersabar saat composer kali pertama dijalankan. Ukuran file yang diunduh cukup besar, terutama jika koneksinya lambat. Pastikan juga koneksi internet stabil dan lancar.

Tunggu hingga proses instalasi selesai. Selanjutnya, buka folder proyek dalam terminal atau command prompt dengan mengetikkan:

cd nama_project

Setelah itu, jalankan server built-in PHP menggunakan perintah:

php artisan serve

Perintah ini akan menjalankan server built-in PHP. Anda bisa memeriksanya dengan membuka browser dan mengetikkan alamat http://localhost:8080 pada address bar. Alamat ini akan mengarahkan ke halaman utama Laravel.

Sekarang, proyek Laravel 8 sudah berhasil terinstal dan siap digunakan. Bagaimana mudahnya, bukan?

Jangan khawatir jika terdapat error atau kendala saat melakukan instalasi Laravel 8. Pastikan selalu membaca dokumentasi resmi Laravel di https://laravel.com/docs/8.x agar dapat mengatasi kendala tersebut. Selain itu, terdapat banyak forum dan komunitas di Indonesia maupun luar negeri yang siap membantu Anda menyelesaikan kendala terkait instalasi Laravel 8.

Dengan mengikuti tutorial instalasi Laravel 8 ini, Anda bakal memiliki proyek Laravel 8 yang sudah siap untuk dikembangkan lebih lanjut. Selamat belajar!

Membuat Model pada Laravel 8


Membuat Model pada Laravel 8

Laravel 8 memiliki fitur ORM (Object-relational mapping) yang memudahkan pengembang web dalam membuat model. ORM memungkinkan pengembang untuk bekerja dengan basis data menggunakan objek dan memungkinkan untuk mengakses data dan melakukan operasi CRUD (create, read, update, delete) melalui model. Dalam membuat model pada Laravel 8, pengembang harus menentukan struktur tabel basis data yang akan dibuat.

Langkah-langkah dalam membuat model pada Laravel 8 adalah sebagai berikut:

Langkah 1: Membuat Model dengan artisan

Untuk membuat model dengan php artisan, buka terminal dan ketikan command berikut:

php artisan make:model NamaModel

Dalam contoh ini, NamaModel adalah nama dari model yang akan dibuat. Setelah menekan enter, akan muncul file NamaModel.php yang berisi template untuk model. Pengembang harus menambahkan property dan method yang sesuai dengan tabel basis data yang akan dibuat.

Langkah 2: Menentukan Tabel Basis Data

Sebelum membuat model pada Laravel 8, pengembang harus menentukan struktur tabel basis data. Laravel 8 menggunakan konvensi penamaan yaitu nama tabel basis data harus dalam bentuk jamak (pluralized) dengan huruf kecil dan kata-kata terpisah menggunakan garis bawah (underscore). Misalnya, jika pengembang ingin membuat tabel basis data yang bernama users maka nama modelnya harus User.

Jika pengembang ingin menggunakan nama tabel basis data yang berbeda dari konvensi yang diterapkan oleh Laravel 8, maka pengembang harus menambahkan nama tabel ke dalam model. Caranya adalah dengan menambahkan property $table dan memberikan nama tabel yang diinginkan. Contoh penggunaannya seperti berikut:

protected $table = 'nama_tabel';

Langkah 3: Membuat Property pada Model

Saat membuat model pada Laravel 8, pengembang harus menentukan property yang sesuai dengan struktur tabel basis data. Property di dalam model merepresentasikan kolom dalam tabel basis data. Laravel 8 telah menyediakan beberapa property bawaan seperti $fillable, $guarded, $primaryKey, $timestamps, dan $connection. Property ini dapat dikustomisasi atau diganti sesuai dengan kebutuhan.

Langkah 4: Menambahkan Method pada Model

Saat membuat model pada Laravel 8, pengembang juga diharuskan menentukan method yang digunakan untuk mengakses data dari tabel basis data. Laravel 8 telah menyediakan beberapa method bawaan seperti all(), find(), create(), update(), delete(), dan lain-lain. Method ini dapat dikustomisasi atau diganti sesuai dengan kebutuhan.

Dalam menggunakan model pada Laravel 8, pengembang dapat menggunakan method yang telah disediakan seperti all(), find(), dan lain-lain. Berikut adalah contoh penggunaannya:

// Menampilkan semua data dalam tabel basis data
$data = NamaModel::all();

// Menampilkan data berdasarkan id
$data = NamaModel::find($id);

// Membuat data baru
$data = NamaModel::create($request->all());

// Memperbarui data berdasarkan id
$data = NamaModel::where('id', $id)->update($request->all());

// Menghapus data berdasarkan id
$data = NamaModel::destroy($id);

Itulah cara membuat model pada Laravel 8. Dalam membuat model, pengembang harus memperhatikan struktur tabel basis data dan menyesuaikan property dan method pada model. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, pengembang dapat membuat model yang efektif dan efisien pada Laravel 8.

Membuat Routing pada Laravel 8


Membuat Routing pada Laravel 8

Routing merupakan salah satu fitur penting dalam pengembangan aplikasi web dengan Laravel 8. Fitur tersebut memungkinkan kita untuk mengarahkan permintaan HTTP ke controller yang sesuai dan memberikan respon yang diharapkan. Pada artikel ini, kita akan membahas beberapa cara untuk membuat dan menentukan routing pada Laravel 8.

1. Basic Routing

Cara termudah untuk membuat routing pada Laravel 8 adalah dengan menggunakan fitur basic routing. Basic routing digunakan untuk mengembalikan nilai atau respon sederhana ketika ada permintaan HTTP. Berikut adalah cara membuat basic routing:

Basic Routing Laravel 8

Kode di atas menunjukkan cara membuat routing untuk URL /hello. Ketika pengguna mengunjungi URL itu, aplikasi akan menampilkan pesan salam.

2. Route Parameters

Laravel 8 memudahkan kita untuk menambahkan parameter ke dalam routing. Parameter menjadi cara yang lebih dinamis untuk mengelola permintaan HTTP. Berikut adalah contoh penggunaan route parameters pada Laravel 8:

Routing Parameters Laravel 8

Dalam kode di atas, kita menambahkan parameter {name} pada routing. Ketika pengguna mengunjungi URL /hello/David, aplikasi akan menampilkan pesan salam yang mengarah ke nama yang diinputkan.

3. Route Grouping

Route grouping digunakan untuk mengelompokkan beberapa routing yang serupa atau berkaitan menjadi lebih mudah diatur. Misalnya, kita ingin mengorganisir beberapa routing yang termasuk dalam kategori “admin”, kita dapat mengeksekusinya dalam satu blok kode. Berikut ini adalah contoh penggunaan route grouping pada Laravel 8:

Route Grouping Laravel 8

Pada kode di atas, kita membuat route group dengan nama “admin” dan menambahkan prefix “/admin” pada setiap routing yang bersangkutan. Hal ini akan memudahkan kita saat perlu menambahkan fungsi yang sesuai dengan kategori admin.

Ketiga cara ini merupakan langkah awal untuk mempelajari routing pada Laravel 8. Dalam prakteknya, kita akan menemukan berbagai fitur menarik lainnya yang dapat membantu pengembangan aplikasi web dengan Laravel.

Blade Template pada Laravel 8


Blade Template pada Laravel 8

Blade adalah template engine yang disediakan oleh Laravel, yang mempermudah para developer untuk melakukan render view pada aplikasi yang dibuat. Blade template engine mendukung lebih banyak fitur daripada template engine lainnya, sehingga membuat coding menjadi lebih mudah dan efisien.

Salah satu fitur utama Blade adalah penggunaan layout, yaitu mengorganisir file template dalam satu file induk. Dalam versi 8, Blade template engine menyediakan dua fitur baru, yaitu dynamic component dan class-based components.

Dynamic components adalah fitur baru yang memudahkan developer untuk membuat component secara dinamis. Dalam hal ini, sebuah komponen tidak perlu didefinisikan secara manual dalam file komponen yang terpisah, cukup dengan menggunakan fungsi {{$slot}} pada file induk.

Class-based components memungkinkan developer untuk membuat komponen dengan menggunakan OOP (Object Oriented Programming). Hal ini membuat struktur kode lebih terstruktur dan mudah dipahami. Komponen yang dibuat dengan class-based components juga lebih mudah untuk diuji.

Laravel 8 juga telah melakukan beberapa perubahan kecil pada Blade template engine, yaitu penggunaan directive yang lebih fleksibel dalam mengelola file template. Directive adalah fitur yang memungkinkan developer untuk mengkonfigurasi fitur Blade template lebih mudah.

Misalnya, dalam Laravel 8, developer bisa menggunakan directive @props untuk mengirimkan data ke component yang dibuat dengan class-based. @props sangat berguna ketika developer ingin mengirimkan data dari komponen parent ke komponen child.

Blade template engine sangat penting untuk para developer yang ingin membangun aplikasi web menggunakan framework Laravel. Dengan fitur-fitur yang dimilikinya, membuat developer dapat lebih fokus dalam mengembangkan aplikasi dengan cepat dan efisien. Khususnya, developer-di-developer Indonesia, dengan mempelajari Blade template engine maka dapat memudahkan developer di Indonesia untuk membangun aplikasi web yang lebih baik dan efisien di masa depan.

Membuat Database Migration pada Laravel 8


Migrasi Database pada Laravel 8

Jika Anda sedang belajar Laravel 8, maka pastinya Anda perlu mengetahui tentang migration. Migration adalah fitur di Laravel 8 yang memudahkan Anda untuk mengatur struktur tabel pada database secara otomatis. Anda tidak perlu melakukan interaksi langsung ke database, cukup menulis kode migration dan Laravel akan mengeksekusi ke database yang diarahkan.

Apa itu Migration?

Migration adalah fitur yang memungkinkan developer untuk memanipulasi struktur database menggunakan file PHP. Dalam file migration, kita bisa menambah, mengubah atau menghapus tabel dan kolom.

Kenapa kita harus menggunakan Migration?

Salah satu keuntungan menggunakan fitur ini adalah memudahkan kita dalam mengatur struktur database dengan mudah. Selain itu, dengan menggunakan Migration, kita bisa mereplikasi database yang sama di lingkungan pengembangan dan produksi, tanpa perlu melakukan instalasi manual atau mengedit file SQL secara manual.

Langkah-langkah dalam Membuat Migration

Berikut langkah-langkah dalam membuat migration di Laravel 8:

1. Install Laravel 8

Jika Anda belum memiliki Laravel 8, silakan download di halaman resminya atau install menggunakan terminal dengan perintah berikut:

“`
composer create-project laravel/laravel NamaProject
“`

2. Membuat Migration

Membuat Migration pada Laravel 8

Setelah Anda berhasil membuat proyek baru, selanjutnya Anda perlu membuat migration. Untuk itu jalankan perintah berikut:

“`
php artisan make:migration NamaMigration
“`

Pada contoh di atas, NamaMigration bisa diganti dengan nama migration yang diinginkan. Setelah Anda menjalankan perintah tersebut, Laravel akan membuat file migration baru di direktori database/migrations/.

3. Membuat Struktur Tabel

Setelah membuat file migration, selanjutnya Anda perlu menentukan struktur tabel. Struktur tabel dapat ditentukan menggunakan method up(). Contohnya, jika Anda ingin membuat tabel buku, maka kode migrasi akan terlihat seperti ini:

“`
<?php

use Illuminate\Database\Migrations\Migration;
use Illuminate\Database\Schema\Blueprint;
use Illuminate\Support\Facades\Schema;

class CreateBukuTable extends Migration
{
public function up()
{
Schema::create(‘buku’, function (Blueprint $table) {
$table->id();
$table->string(‘judul’);
$table->string(‘penulis’);
$table->text(‘sinopsis’);
$table->timestamps();
});
}

public function down()
{
Schema::dropIfExists(‘buku’);
}
}
“`

4. Menjalankan Migration

Setelah menentukan struktur tabel, maka selanjutnya Anda perlu menjalankan migration. Untuk menjalankan, cukup jalankan perintah berikut pada terminal:

“`
php artisan migrate
“`

5. Menambah Kolom atau Tabel Baru

Menambah Kolom atau Tabel Baru pada Laravel 8

Ketika Anda ingin menambah kolom atau tabel baru, Anda bisa menggunakan method addColumn() atau createTable(). Contohnya, jika Anda ingin menambah kolom pada tabel buku, maka kode migrasi akan menjadi seperti berikut:

“`
<?php

use Illuminate\Database\Migrations\Migration;
use Illuminate\Database\Schema\Blueprint;
use Illuminate\Support\Facades\Schema;

class TambahKolomPenerbit extends Migration
{
public function up()
{
Schema::table(‘buku’, function (Blueprint $table) {
$table->string(‘penerbit’)->after(‘penulis’);
});
}

public function down()
{
Schema::table(‘buku’, function (Blueprint $table) {
$table->dropColumn(‘penerbit’);
});
}
}
“`

Jangan lupa untuk menjalankan migration kembali agar perubahan bisa diterapkan. Caranya sama seperti sebelumnya, yaitu dengan menjalankan perintah:

“`
php artisan migrate
“`

Itulah cara membuat migration pada Laravel 8. Semoga tutorial ini bermanfaat bagi Anda, dan selamat mencoba!

Leave a Comment